
Sebagai web desainer, tentunya
Anda harus tahu dahulu teknik-teknik dasar dalam mendesain suatu website.
Berbagai macam desain website yang tentunya menarik, cantik, apik dan lain
sebagainya dibuat berdasarkan 3 (tiga) teori dibawah ini yaitu:
- Teknik disain es (ice design technic)
- Teknik disain air (water design technic)
- Teknik disain jelly (jelly design technic)
Teknik desain es
Dari namanya "es"
berarti adalah suatu zat beku yang solid dan telah dibentuk sesuai dengan
keinginan pembuatnya. Dalam dunia web, ini berarti desain tampilan homepage
atau website Anda sifatnya adalah fixed sized. Artinya adalah ukuran
elemen-elemen webnya telah ditetapkan oleh web desainernya. Contoh:
Di atas adalah contoh suatu
tag TABLE (untuk pembuatan tabel) yang sudah di-set fix lebarnya sebesar 770
pixel. Penggunaan satuan pixel menyebabkan tampilan tabel akan menjadi
"mati" atau bersifat tidak proporsional, pada hal ini ada beberapa
kekurangan yaitu:
* Jika sesuai pada contoh di atas lebar tabel adalah 770 pixel dan resolusi
yang digunakan browser adalah 640×480, maka akan terjadi scrolling pada browser.
Ini tentu saja akan mengganggu navigasi dan tampilan.
* Dengan lebar 770 pixel berarti tampilan akan terlihat rapi bila browser menggunakan minimal resolusi 800×600.
* Kadang harus disesuaikan dahulu dengan content yang ada dalam web agar
terlihat lebih rapi.
Kelebihan teknik ini adalah:
Cara ini mudah diterapkan,
karena tidak perlu membandingkan antara desain dan tampilan, jadi tidak perlu
bolak-balik mengetest hasilnya antara HTML editor dan browser.
Teknik desain air
Ibaratnya suatu zat cair akan
berubah bentuk sesuai dengan wadahnya. Dalam web ini berarti desain website
Anda akan bersifat fleksibel sekali. Contoh teknik ini adalah ditandai dengan
penggunaan angka persentase pada sebagian elemen tag website Anda.
Contoh:
Contoh di atas adalah contoh
tag TABLE (dalam pembuatan tabel) yang akan mengalokasikan lebar tabel sebesar
70% dari lebar browser yang digunakan saat itu.
Hal tersebut juga mengandung
kelebihan dan kekurangan yaitu:
Kekurangan:
Anda akan menemui kesulitan
dalam proses bolak-balik mengetest hasilnya antara HTML editor dan browser. Hal
ini disebabkan Anda harus mencoba range persentase dan tampilan browser dan
resolusi layar.
Kelebihan:
Hasil desain website akan
terlihat bagus walau Anda menggunakan resolusi layar berapapun. Ini disebabkan
kemudahan dan fleksibilitas teknik air. Tentu saja ini juga harus disesuaikan
dengan jenis content dari website Anda.
Teknik desain jelly
Teknik ini adalah gabungan
dari kedua teknik diatas, air dan es. Jelly adalah sebuah substansi yang tidak
bisa dibilang cair atau dibilang padat. Jika Anda pernah menemui produk makanan
jelly ini dipasaran Anda akan melihat bahwa jelly ini kelihatan unik sekali
baik bentuk ataupun rasa.
Contoh:
Pada contoh di atas adalah
suatu tag TABLE (untuk pembuatan suatu tabel) dimana tag TABLE ini memiliki
beberapa elemen yaitu WIDTH (untuk mengatur lebar tabel) dan HEIGHT (untuk
mengatur tinggi tabel). Pada contoh di atas diberi contoh pada saat pengaturan
elemen WIDTH digunakan fixed size sebesar 770 pixel tetapi untuk elemen HEIGHT
nya di set proporsional yaitu sebesar 100% dari tinggi browser saat itu.
Untuk teknik jelly Anda harus
butuh tenaga ekstra karena kelebihan dikedua teknik di atas digabung menjadi
satu dan kelemahannya juga digabung tetapi hasilnya akan luar biasa sekali
bagusnya.



